Badan Tenaga Atom Internasional Bantu Indonesia Alat Pendeteksi Virus RT-PCR

Berita, Nasional4,263 views

Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency – IAEA) mengirim bantuan ke Indonesia (12/5). Bantuan itu berupa peralatan pendeteksi virus dengan teknik data seketika (real time) Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

RT-PCR digunakan untuk uji swab pada pasien yang diduga terinfeksi COVID-19.Dapat memberikan hasil yang presisi untuk pencegahan penyebaran penyakit.

Atase Ilmu Pengetahuan PTRI Wina, Dimas Irawan mengatakan bantuan RT-PCR beserta kelengkapannya dikirim bertahap menjadi enam paket pengiriman. Selama ini IAEA memberikan bantuan pemanfaatan alat RT-PCR kepada negara anggotanya yang terjangkit wabah virus Ebola, Zika, MERS. Sekarang digunakan untuk covid-19.

“Hibah RT-PCR yang kita banyak kenal untuk deteksi virus Corona selain Ebola. Yang selama ini digunakan IAEA membantu negara anggota yang terkena wabah Ebola, Zika, MERS dan sekarang Covid-19,”kata Dimas.

Dijelaskannya, dilakukan juga pengembangan SDM dalam bentuk pelatihan teknis. Untuk meningkatkan kesiapan para pekerja medis dan teknis dalam menghadapi tantangan persebaran penyakit menular dimasa depan.

RT-PCR dikembangkan dengan menggunakan teknik senyawa bertanda radioaktif, namun saat ini sudah digantikan dengan zat kimia fluoresens. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan kemudahan transportasi dan penggunaannya oleh operator.

Indonesia melalui Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menjadi salah satu dari lebih 50 negara yang menerima bantuan serupa.

Dengan bertambahnya peralatan RT-PCR di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan jumlah pemeriksaan di masyarakat yang terindikasi terinfeksi covid-19.

Selain peralatan RT-PCR, IAEA juga memberikan bantuan kepada Indonesia berupa perlengkapan alat pelindung diri (APD) untuk pekerja laboratorium, dan beberapa bantuan lainnya.

Bantuan ini merupakan wujud dari kerja sama teknik antara Indonesia dengan IAEA.

Peralatan RT-PCR ini ditempatkan di Unit Pengujian Terpadu (UPT) Laboratorium Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat di  Pontianak.

Hal itu berdasarkan hasil koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang melibatkan Kemenkes, BNPB, Kemlu dan BATAN.

Pemilihan UPT Laboratorium Kesehatan di Pontianak untuk meningkatkan kapasitas pengujian secara merata. Untuk seluruh propinsi sebagai bagian upaya nasional untuk mempercepat proses penanganan pandemi Covid-19.

Diharapkan tambahan peralatan itu dapat mempercepat dan memperbanyak pelaksanaan hasil pemeriksaan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.(vlo)