Program Perlindungan WNI Berbasis AI Diluncurkan KJRI Hong Kong

Nasional2,613 views
Previous Image
Next Image

info heading

info content

 

Entrepreneurpos_Untuk melindungi warga negara Indonesia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong meluncurkan program kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Gunanya untuk meningkatkan layanan bagi WNI di Hong Kong dan Makau.

“KJRI Hong Kong senantiasa melakukan pembenahan melalui koordinasi erat dengan unsur pemerintah Hong Kong dan agen tenaga kerja termasuk senantiasa responsif terhadap masukan yang terukur, fasilitasi penyelesaian kasus dan inovasi pelayanan melalui ‘hotline’ berbasis AI,” kata Konsul Jenderal (Konjen) RI Hong Kong Yul Edison dalam keterangan tertulis.

Kegiatan “Program Pelindungan WNI dan Dialog Interaktif” digelar pada 28 Januari 2024. Acara itu dihadiri pekerja migran Indonesia, pelajar, mahasiswa dan kalangan profesional.

Dijelaskanya, salah satu program kerja utama KJRI Hong Kong pada 2024 adalah peningkatan pelayanan WNI melalui penggunaan ‘hotline’ berbasis ‘Artificial Intelligence’ (AI) dan tampilan ‘website’ terbaru.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyampaikan laporan dan pertanggungjawaban publik atas kinerja KJRI Hong Kong pada 2023 dan rencana program kerja 2024.

Untuk Hotline bisa menghubungi di nomor (852)52422240 memanfaatkan perkembangan AI untuk mengumpulkan informasi umum. Merespon dengan cepat pertanyaan yang masuk dan meneruskan pesan ke para penanggung jawab apabila ditemukan kasus tertentu yang harus segera mendapatkan penanganan khusus.

Selain hotline, KJRI Hong Kong juga mengembangkan ‘website’ yang ramah pengguna sebagai sarana diseminasi informasi publik.

Dapat juga mengakses website https://www.kemlu.go.id/hongkong/id, WNI di Hong Kong untuk menemukan informasi penting mengenai beragam pelayanan KJRI Hong Kong. Terutama pelayanan kekonsuleran, paspor, keimigrasian, pelindungan, informasi sosial budaya dan ekonomi, rilis kegiatan KJRI Hong Kong serta informasi lain yang relevan.

Pengembangan hotline berbasis AI ini dilakukan KJRI Hong Kong bekerja sama dengan Telin Hong Kong, salah satu BUMN Indonesia yang beroperasi di Hong Kong sehingga media sosial yang sudah dimiliki KJRI Hong Kong yaitu Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube.

Harapannya, keberadaan ‘hotline’ berbasis AI dan ‘website’ KJRI Hong Kong akan semakin melengkapi upaya perluasan penyebaran informasi kepada seluruh pemangku kepentingan, utamanya WNI di Hong Kong.

Kata Yul Edison, bahwa KJRI Hong Kong sebagai rumah dan wajah Indonesia di Hong Kong melakukan pembenahan, peningkatan, pengembangan untuk memastikan pelayanan prima bagi WNI Hong Kong.

Dalam acara itu dialog juga dilakukan dengan PMI. Beberapa isu yang dibahas antara lain terkait aturan barang kiriman PMI, penyelesaian kasus overcharging, persiapan penyelenggaraan Pemilu. Usulan edukasi hukum Indonesia maupun Hong Kong, masukan untuk hotline, hal terkait BPJS untuk PMI, serta aturan keimigrasian yang perlu diketahui.

<meta name=”google-site-verification” content=”S2K27kYDnUjHJ2brsOMNvbetrEofUi7AXZ-RMnMS5Eg” />