Gelontorkan Rp 3.5 Triliun, Ciputra Bakal Bangun 10 Tower Rusun di IKN

Bisnis2,784 views

Entrepreneurpos_Investor properti di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga dilakukan PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Di kawasan IKN itu, Ciputra akan membangun 10 rumah susun (rusun).

Direktur CTRA, Budiarsa Sastrawinata di sela-sela paparan publik di Jakarta, Rabu (19/6) lalu mengatakan nilai investasi mencapai Rp 3.5 triliun. Rencana pembangunan 10 tower rusun di IKN itu bakal dilakukan lewat skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dijelaskannya, rencana proyek tersebut masih dalam tahap finalisasi studi kelayakan atau feasibility study (FS). Setelah resmi mengantongi persetujuan FS lalu pengakurasian desain rusun, hingga masih harus melalui tahap lelang.

Alasan lambatnya proses rencana pengembangan KPBU di IKN. Salah satu faktornya, karena pemerintah baru pertama kali menjalankan KPBU pada proyek rusun.

Proyek CTRA di IKN dilaporkan berada di ring 2 atau di luar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang pengembangannya saat ini tengah dilakukan.

“Karena lokasinya berada di luar sumbu kebangsaan. Yang sekarang dikembangkan prioritas utama sebagai pusat pemerintahan. Jadi dari segi waktu kita belum waktunya memulai itu,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya baru akan memulai konstruksi atau groundbreaking proyek apabila tahap pengembangan KIPP telah rampung dilakukan.

Untuk itu proyek KPBU CTRA di IKN masih terhambat karena pemerintah masih mengkalkulasikan skema pengembalian investasi proyek tersebut.

Khusus di IKN, proyek yang bakal dibangun CTRA di IKN tersebut berupa kawasan terpadu terintegrasi dengan konsep Mice (meeting, incentive, convention, and exhibition).

“Yang sumbu [kebangsaan] ini pengembangannya sudah mendekati selesai. Tentu akan melakukan pengembangan ke tahap 2,” jelasnya.

Selain itu, Ciputra merencanakan pengembangan awal kawasan terpadu di IKN mulanya akan dilakukan di atas lahan seluas 300 hektare (Ha). Namun, pada tahap pertama pihaknya menetapkan akan fokus menggarap 150 hektare.

Untuk onstruksi proyek tersebut bakal dimulai dengan pembangunan infrastruktur dasar dalam waktu pengembangan 1-2 tahun.