Teguk IPO, MenKopUKM Targetkan 10 UMKM Listing di Bursa Saham

Bisnis2,904 views
Previous Image
Next Image

info heading

info content

 

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menekankan pentingnya transformasi usaha kecil dan menengah untuk go public atau melantai di bursa saham. Tujuannya agar mampu naik ke level usaha menengah dan besar.

KemenKopUKM bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan setidaknya 10 perusahaan UMKM dapat melakukan listing di bursa saham, melalui inkubasi yang sedang dikerjasamakan.

“Sampai saat ini baru ada 2 UMKM yang listing dari target 10 perusahaan, saya harap ini menjadi perbaikan struktur ekonomi. Supaya pelaku usaha menengah bisa naik kelas menjadi usaha besar,” kata MenKopUKM Teten Masduki saat menghadiri Seremoni Pencatatan Perdana Saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/07).

Dijelaskan Teten, struktur ekonomi nasional saat ini masih didominasi usaha mikro informal hingga 96 persen. Oleh karena itu perlu diperbanyak jumlah pelaku usaha di level menengah dan besar.Pihaknya juga mengapresiasi PT. Platinum Wahab Nusantara yang menaungi brand Teguk, atas keberhasilannya dalam mencatatkan saham di BEI.

Menurutnya, bidang makanan dan minuman atau Food and Beverage (FnB) memiliki peluang market yang cukup luas dan terbukti mendapat respons yang cukup bagus saat go public.

“Hari ini Teguk sudah masuk di bursa saham dan respons marketnya luar biasa. Semoga ini menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain, serta ke depan kami akan menjemput bola dengan melakukan inkubasi pada pelaku UMKM agar siap untuk listing di lantai bursa,” kata Menteri Teten.

“Keberadaan perusahaan Teguk di pasar saham akan meningkatkan transparansi, kredibilitas, memperkuat kepercayaan investor, dan memberikan akses kepada maysrakat luas untuk berpartisipasi dalam keberhasilan perusahaan,” kata Menteri Teten.

Sementara itu, Direktur Utama PT Platinum Wahab Nusantara Maulana Hakim mengajak pelaku UMKM di Indonesia, khususnya pelaku usaha muda untuk berani go public. Melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) akan membuka peluang yang besar untuk naik kelas ke skala usaha yang lebih tinggi.

“IPO ini dapat membuka manfaat seluas-seluasnya bagi semua stakeholder dan mendorong pelaku UMKM lain, khususnya yang bergerak di bidang FnB untuk lebih maju lagi,” kata Maulana.

Sebelumnya, perseroan telah membuka gerai luar negeri pertamanya di Amerika Serikat (AS) pada Oktober 2022 lalu. Setelah Amerika dan ditargetkan tahun ini akan buka d Filipina.