Sebarkan Entrepreneurship di Republic Fiji

Previous Image
Next Image

info heading

info content

 

Entrepreneurpos_Pengalaman dan sukses mengembangkan entrepreneurship yang dilakukan Grup Ciputra menginspirasi pemerintah negara lain. Salah satunya pemerintah Republic Fiji.

—-

Ketika itu, Presiden Direktur Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) Antonius Tanan melakukan lawatan ke negara tersebut pada Oktober 2013.

Antonius didampingi Ivan Sandaja sebagai Direktur Bidang Kerjasama Internasional.

Dalam kunjungan itu, Antonius menjadi pembicara utama dalam malam penganugerahan penghargaan Service Excellence Awards.

Menurut Antonius, ia mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Republik Fiji atas undangan Permanent Secretary for the Public Service Parmesh Chand. Service Excellence Awards merupakan sebuah acara penganugerahan penghargaan  tahunan di Republik Fiji. Penghargaan diberikan kepada  beberapa anggota korps pegawai negeri Republic Fiji yang berprestasi dalam meningkatkan kinerja organisasinya.

Model perhelatan diambil dengan menyerupai kerangka pemberian penghargaan terkemuka di dunia yang dikenal sebagai  Malcolm Baldrige Quality Awards.

Dijelaskannya, rekomendasi diberikan duta besar dan berkuasa penuh Republik Fiji untuk Indonesia, Seremaia Cavialuti.

Mereka kata Antonius sangat tertarik dan melihat sebuah kebutuhan yang mendesak akan penerapan konsep entrepreneurship di Fiji.

Mereka meminta Antonius  untuk sharing dengan pihak eksekutif pemerintahan di Republik Fiji. Terutama tentang pengalaman yang telah dilakukan oleh Grup Ciputra dalam mencanangkan dan mengedukasi masyarakat Indonesia.

Gagasan Ciputra, yang dapat mengubah pola pikir mereka dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.

Dalam pertemuan itu diawali dengan silaturahmi dengan menteri luar negeri dan kerjasama internasional Republik Fiji Ratu Inoke Kubuabola. Tak ketinggalan juga  serta didampingi Permanent Secretary for Foreign Affair and International Coooperation, Amena Yauvoli.

Antonius memaparkan, dalam kunjungan itu ia diminta menjelaskan cara Grup Ciputra secara sistematis berupaya menciptakan entrepreneur baru di Indonesia. Melalui jalur edukasi formal yang dimulai dari tingkatan yang paling dasar hingga tingkat perguruan tinggi.

Begitu juga dengan jalur edukasi non formal. Program itu diperuntukan bagi mereka yang belum memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi namun memiliki hasrat untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Entrepreneurship model Ciputra memberikan sebuah cara baru untuk menguasai disiplin. Titik beratnya berada pada eksekusi dari rencana-rencana bisnis yang selama ini telah dipersiapkan.

Selanjutnya, dilakukan pula pertemuan bersama dewan komisioner untuk korps pegawai negeri yang juga dihadiri  Parmesh Chand anggota dewan komisioner.Topik pembicaraan dalam pertemuan tersebut tentang konsep pendidikan Entrepreneurship ala Ciputra.

Begitu pula selanjutnya melakukan pertemuan dengan tim rektorat dan dekanat Universitas Pasifik Selatan (USP). Perbincangan dibahas tentang teknis terkait program akademis UCEC yang berhasil menciptakan entrepreneur baru. Caranya  melalui pendidikan bermodel experiential and execusion-based learning.

Antonius juga memberikan kuliah umum yang di auditoriu USP. Dihadiri mahasiswa, alumni, akademisi serta pejabat pemerintahan. Topic perkuliahan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan kesejahteraan social melalui pendidikan entreprenurship.

Turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut diantaranya yaitu Mahendra Reddy yang menjabat sebagai dekan fakultas ekonomi, hospitality dan pariwisata Fiji National University. Kampus itu merupakan universitas kedua terbesar di Fiji setelah USP namun keduanya PTN yang didedikasikan tidak hanya untuk komunitas di Fiji namun diseluruh kawasan Pasifik Selatan.

 Kunjungan lainnya juga dilakukan Antonius bertemu dengan menteri tenaga kerja Republik Fiji  Jone Usumate dan Permanent Secretary Taito Wanga.

Antonius menegaskan pentingkan kerjasama bersinergi diantara institusi, pemerintahan, komunitas bisnis untuk bersama mencetak entrepreneur baru. Sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi komunitas sekitarnya.

Sedangkan untuk pengembangan bisnis mikro usaha kecil Antonius membahasnya dengan bertemu Manager Nasional Pusat Pengembangan Bisnis Mikro dan Kecil Ravi Chand.

Setelah pemaparan elaboratif diketahui  banyak potensi di negeri Fiji yang belum dimaksimlakan. Tentunya juga bisa menciptakan lapangan kerja baru. Pendidikan entrepreneurship yang secara sistematis menginspirasi, mengedukasi serta menginkubasi bisnis venture baru sehingga mereka dapat tumbuh dan berhasil menjalankan usaha.

Begitu juga dengan lembaga kementrian pendidikan Antonius membahas entrpreneurship dengan sejumlah pejabat senior lembaga yang dipimpin Permanent Secretary for Education. Kegiatan pendidikan entrepreneurship di jalur yang formal dimulai dari pendidikan tingkat dasar, menengah dan lanjut hingga perguruan tinggi. Selain itu juga Antonius bertemu dengan Parmesh Chand sebagai pejabat Permanent Secretary untuk Public Service Commision.

Antonius menjelaskan gerakan entrepreneurship harus menyeluruh didukung pemerintah, instansi swasta dan lembaga pendidikan yang harus bekerjasama. Menjadikan entrepreneurship sebagai gerakan nasional.(yeri)