Permen Sapi Buatan Mahasiswa Kedokteran Hewan UGM, Kaya Nutrisi Penting untuk Ternak

Bisnis2,586 views

Previous Image
Next Image

info heading

info content

Kreatifitas menarik dilakukan para Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di Desa Tunjungan dan Desa Kedungrejo, Tunjungan, Kabupaten Blora.

Mereka mengenalkan pembuatan permen sapi sehingga menjadi pakan aditif, kaya nutrisi dan gizi bagi hewan ternak sapi.

Kelompok mahasiswa tersebut yaitu Raihan Muhammad Ammar dan Daffa Zuhdi Sartonie, keduanya adalah mahasiswa kedokteran hewan UGM.
Hasil buatan permen sapi ditampilkan pada Festival Desa Wisata Kabupaten Blora 2023 di Kampung Durian Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Minggu (6/8) lalu.

“Permen sapi itu padat kandungan dan mudah dibuat. Bisa dilakukan oleh para peternak sapi di Kabupaten Blora,” kata Raihan Muhammad Ammar dalam siaran pers Pemkab Blora.

Adapun bahan yang diperlukan, menurut kedua mahasiswa kedokteran hewan UGM itu, yakni, urea 80 gram (epsional), molases 400 gram, garam 30 gram, dedak 400 gram, semen putih 80 gram, mineral mix 10 gram dan air secukupnya.

Cara pembuatannya, urea 80 gram dicampurkan dengan air secukupnya hingga larut. Semua bahan dicampurkan pada wadah plastik hingga rata.
Selanjutnya, bahan dimasukkan ke dalam cetakan dari pipa PVC diameter 4,5 inch x tinggi 10 cm. Permen sapi dijemur hingga keras dan padat.

“Setelah padat, permen sapi dapat digantung di kandang ternak,” jelasnya.

Langkah inovatif itu menarik perhatian Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati yang hadir di acara itu bersama Forkopimda Blora serta Forkopimcam Tunjungan, kemudian berbincang dan memberikan apresiasi kepada mahasiswa UGM.

 

 

Arang Briket dari Limbah Bonggol Jangung

Berawal dari ketersediaan bahan baku yang ada dan ramah lingkungan di Desa Kedungrejo dan Tunjungan, dimanfaatkan mahasiswa KKN-PPM dark UGM Yogyakarta untuk pembuatan arang briket dari limbah bonggol jagung.

Adalah Muhammad Najmi Mumbada, mahasiswa Teknologi Industri Pertanian UGM, yang menginisiasi pembuatan arang briket dari limbah bonggol jagung.

“Arang briket adalah jenis bahan bakar padat yang dibuat dengan proses pemadatan dan pengikatan bahan-bahan organik seperti serbuk kayu, serbuk arang, tempurung kelapa, limbah pertanian atau bahan biomasa lainnya,” jelasnya.

Langkah pembutan arang briket dari limbah bonggol jagung, menurut Muhammad Najmi Mumbada. Pertama, jemur bonggol jagung hingga kering. Kedua, hancurkan bonggol jagung yang sudah kering menjadi ukuran kecil agar proses pembakaran lebih cepat.

Ketiga, bakar bonggol jagung menggunakan tong pembakaran hingga menjadi arang. Keempat, hancurkan arang hingga menjadi serbuk.

“Kemudian, kelima, pisahkan antara serbuk halus dan serbuk kasar dengan ayakan,” jelasnya.

Langkah keenam, takar serbuk arang dan tepung kanji dengan perbandingan 9:1. Ketujuh, panaskan tepung kanji yang dicampur dengan air menggunakan api sedang hingga mengental.

Kedelapan, campurkan tepung kanji yang sudah mengental dengan serbuk arang. Kesembilan, cetak adonan arang sambil ditekan agar adonan menjadi padat. Kesepuluh, jemur arang briket hingga kering.

“Jadi berbahan baku daur ulang sehingga ramah lingkungan. Nilai jual lebih tinggi dibandingkan arang biasa, sehingga prospektif untuk dikembangkan,” terangnya.

Selain itu lebih mudah menyala karena kandungan air rendah. Menghasilkan panas yang tinggi dan pembakaran lebih efisien. Tahan lama dan dapat disimpan dalam jangka waktu lama.

“Sedikit asap dan bau sehingga lebih ramah lingkungan dan nyaman digunakan. Abu yang dihasilkan setelah pembakaran lebih sedikit,” tambahnya.