Menengok Batam Green Farm, Pertanian Hidroponik Terbesar di Indonesia

Bisnis3,627 views
Previous Image
Next Image

info heading

info content

Plasma Farming (Pertanian Plasma), sebuah inisiatif program Corporate Social Responsibility (CSR) dijalankan oleh Batamindo Green Farm. Lokasinya terletak di Jl. Gajah Mada KM. 9, Tiban Indah, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Batamindo Green Farm merupakan pertanian hidroponik terbesar dan modern di Indonesia.Menggunakan metode bertanam hidroponik yang inovatif. Perusahaan ini mampu menghasilkan beragam produk sayuran segar dan berkualitas.

Batamindo Green Farm mulai dibangun di Batam pada pertengahan tahun 2020 dengan luas 50 Ha. Lalu melakukan ekspansi ke Cikampek, Jawa Barat, dengan luas 150 Ha. Sehingga saat ini total memiliki sekitar 200 Hektar yang telah beroperasi.

Batamindo Green Farm memberikan pelatihan dalam teknik pertanian modern yang dipandu tim agronomis yang berpengalaman dari Batamindo Green Farm. Juga memberikan modal usaha berupa pendanaan untuk pembelian bahan baku pertanian berkualitas kepada para petani.

Dengan dukungan itu, petani lokal dapat mengadopsi metode pertanian yang lebih efektif dan modern. Memanfaatkan teknologi terbaru serta praktik terbaik dalam rangka meningkatkan hasil panen dan kualitas produk mereka.

Batamindo Green Farm melakukan quality check terhadap hasil tanam petani plasma sesuai standar ekspor. Produk yang memenuhi standar langsung dipasarkan, tanpa perlu usaha tambahan dari petani dalam strategi pemasaran.

“Saya ingin bahwa selain kebun inti yang dilakukan perusahaan, itu juga ada kebun yang sifatnya plasma, diberikan untuk masyarakat. Sehingga masyarakat lebih terbantu,” kata Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin ketika meninjau Batamindo Green Farm (7/6) lalu.

Wapres pun mengapresiasi usaha yang telah dilakukan Batamindo Green Farm dalam menghasilkan produk sayuran yang berkualitas tinggi, tidak hanya untuk pasar dalam negeri, tetapi juga luar negeri, yaitu Singapura.

“Saya pernah diberitahu Pak Gubernur ketika di Riau, bahwa disini ada Batamindo Green Farm. Tapi saya terlebih dahulu sudah melihatnya yang di Cikampek. Di sana luas lahannya sekitar 150 hektar dan itu untuk konsumsi Jawa (lokal). Waktu itu saya ketemu Pak Gubernur Riau bahwa disini ada yang untuk ekspor ke Singapura,” katanya.

Ia meyakini bahwa Indonesia dapat bersaing dengan negara lain seperti China dan Thailand. Letak geografis Indonesia yang lebih dekat dengan Singapura.

“China itu kan jauh sekali, 2 minggu untuk transportasi. Padahal kita hanya 1 hari 1 malam saja sudah sampai. Artinya dari segi waktu, dari segi transportasi, dan dari segi jarak itu lebih menguntungkan, mungkin kualitasnya juga sama,” ungkap Wapres.

Untuk itu, melihat besarnya potensi ekspor ke Negeri Singa tersebut, Wapres berharap Kepulauan Riau sebagai wilayah terdekat, dapat memanfaatkan peluang komoditas yang dibutuhkan Singapura, yang dapat di supply Indonesia, seperti ayam, telur, atau daging.

Sebelumnya Chief Operating Officer (COO) Batamindo Green Farm Agustiadi Lee menjelaskan bahwa produk sayuran yang dihasilkan di Batam ini, 20 persen untuk pasar lokal, dan 80 persen untuk pasar supermarket di Singapura.

Agustiadi menambahkan bahwa perusahaan ini juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dengan jumlah pekerja lebih dari 500 orang.

“Mereka tinggal di perumahan-perumahan sekitar sini, pak. Kecuali orang-orang yang profesional itu kita bawa dari luar kota Batam. Tapi kalau untuk pekerjaan sehari-hari, kita banyak dari warga lokal, kebanyakan ibu-ibu,” jelasnya