Luasnya 100 Hektar, Teknologi Ini Digunakan Tambak Udang Kebumen

Nasional2,922 views
Previous Image
Next Image

info heading

info content

 

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan panen udang vannamei. Panen itu dilakukan di lokasi Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Senin (26/6)

Tambak itu milik Kementerian Kelautan dan Perikanan dan resmi beroperasi pada awal Maret 2023 lalu. Merupakan tambak udang modern terbesar di Indonesia dengan luasan lahan potensial mencapai 100 hektare.

“Program ini untuk menguji strategi penguatan sisi dari hulu sampai ke hilir pengelolaan udang budidaya. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan dengan optimal,” kata Wapres Ma’ruf Amin.

Sementara itu Menteri Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, udang yang dipanen saat ini ditaksir mencapai 249 ton dengan ukuran 40 ekor per kilogramnya.

Sehingga total udang yang telah dipanen sejak diresmikan 9 Maret 2023 oleh Presiden Joko Widodo, mencapai 280 ton. Sebelum ini KKP melakukan dua kali panen parsial masing-masing 14,5 ton dan 20 ton

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP TB Haeru Rahayu mengungkapkan kegiatan budidaya di BUBK Kebumen seluruhnya menggunakan teknologi intensif. Produktivitas mencapai 40 ton per hektare per siklus.

Angka tersebut jauh dari rata-rata produktivitas tambak udang tradisional di kisaran 0,6 ton per hektare. Tambak itu sudah sesuai dengan best practice budidaya udang modern saat ini.

Tambak dengan teknologi intensif memiliki ciri di antaranya padat tebar tinggi. Memiliki sistem pengairan yang baik menggunakan perangkat seperti kincir dan blower, hingga susunan petak tambak dibangun teratur menggunakan terpal berkualitas tinggi.

“Konsep budidaya yang sedang kami kembangkan, sesuai arahan Bapak Menteri Sakti Wahyu Trenggono, adalah budidaya yang berkelanjutan,” ungkap Tebe -sapaan TB Haeru.

BUBK Kebumen menjadi percontohan tambak udang modern berbasis kawasan yang mengedepankan keseimbangan ekologi. Saat ini terdapat 149 petak tambak dengan ukuran 1.600 m2 per petaknya.

Dilengkapi sejumlah infrastruktur utama di antaranya water intake, tandon, petak pemeliharaan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Laboratorium uji kualitas air dan kesehatan ikan, gedung kantor, gudang pakan, gudang sarana produksi, mess operator hingga bangunan pasca panen.

“Fasilitas intake, outlet, tanton, hingga IPAL itu untuk memastikan air yang kita ambil dari laut dan yang kita keluarkan lagi ke laut, kualitasnya tetap baik. Di IPAL misalnya ada berbagai treatment, mulai dari pengendapan, oksigenisasi supaya kembali normal, PH-nya normal. Secara fisika juga kembali normal sehingga pada saat dilepas sama seperti sedia kala dan tidak merusak lingkungan,”jelasnya.

Selain penggunaan teknologi modern yang ramah lingkungan, kegiatan budidaya di BUBK Kebumen menerapkan prinsip cara budidaya ikan yang baik (CBIB).

Benih yang ditebar merupakan benih unggul hasil produksi UPT KKP, begitu juga dengan pakannya.

Penggunaan obat dan vitamin untuk meningkatkan kesehatan udang pun sesuai dengan rekomendasi regulasi yang berlaku.

Di samping itu, seluruh pekerja di lapangan menggunakan pakaian dan peralatan pendukung sesuai prosedur dan tidak memperkerjakan anak di bawah umur.