Jakarta E Prix Hadirkan Mobil Balap Listrik Gen 3

Olahraga1,569 views

 

Co-Founder sekaligus Chief Championship Officer Formula E, Alberto Longo meninjau persiapan ajang balap mobil listrik Jakarta E-Prix yang akan digelar di Ancol pada 3-4 Juni 2023.

“Saya datang untuk melihat persiapan yang sudah dilakukan para tim,” katanya.

Alberto merasa bangga pelaksanaan Jakarta E-Prix sebelumnya berjalan lancar setelah menghadapi berbagai tantangan. Bahkan perhelatan ajang tersebut saat ini dinilai jauh lebih baik dari segi persiapan.

“Di sini tinggal bagaimana para pembalap menghadapi tantangan di sirkut, baik terkait kelembaban, cuaca dan suhu,” ucapnya.

Alberto menambahkan, dalam ajang Jakarta E-Prix sebelumnya, Indonesia memecahkan rekor dalam hal penonton terbanyak di dunia dengan jumlah 60.000 orang.

“Tahun ini kami ingin memecahkan rekor itu lagi,” tandasnya.

Dalam ajang 2023 Gulavit Jakarta E-Prix kali ini akan menjadi kesempatan perdana mobil balap generasi tiga mencoba sirkuit Ancol.

Gen 3 mobil balap Formula E kali ini jauh lebih canggih dan berperforma dari mobil-mobil yang berkompetisi musim lalu.

“Mobil jenis baru yaitu Gen 3 yang memiliki teknologi lebih baik. Dengan menghadirkan mobil Gen 3 balapan akan menjadi lebih menarik untuk disaksikan penonton,” katanya.

Selain itu Alberto Longo bersama tim memimpin peluncuran mobil balap listrik Gen 3 yang dikeluarkan dari dalam kotak penyimpanan dan diperkenalkan kepada awak media.

Selanjutnya Paddock and Logistics Director FEO, Barry Mortimer menjelaskan perbedaan mobil balap listrik Gen 3 dengan generasi kedua.

Menurutnya, perbedaan utama terlihat dari bentuk atau tampilan mobil balap listrik Gen 3 dibanding dengan generasi sebelumnya.

Serta baterai yang digunakan juga berbeda, lebih ringan 60 kilogram dari yang sebelumnya sehingga mobil balap listrik lebih ringan dan lebih cepat,” ujar Barry dalam kesempatan tersebut.

Ia mengungkapkan, mobil balap listrik Gen 3 telah diuji coba sehingga persaingan di ajang Formula E pada seri Jakarta diyakini bakal berlangsung lebih ketat dan kompetitif.

“Tim bekerja keras seperti menjaga suhu baterai tetap dingin karena saat mengisi baterai itu akan panas sehingga banyak manajemen pendingin yang terlibat,” ungkapnya.

Dijelaskan Barry, cuaca Jakarta cukup panas sehingga beberapa pembalap harus membawa perlengkapan pribadi agar tetap merasa dingin di antaranya rompi pendingin sebelum balapan dimulai.

“Tantangan terbesar para pembalap yakni cuaca panas, trek yang cukup teknis, banyak sudut yang ketat, dan banyak trek lurus. Jadi, mereka memiliki banyak hal yang berbeda untuk dikelola. Jadi tentu mereka telah memiliki kesiapan untuk balapan nanti,” tuturnya.

Barry juga mengaku senang datang ke Indonesia yang merupakan negara yang istimewa untuk menggelar balapan Jakarta E-Prix 2023 di JIEC Ancol.

“Yang paling saya suka di sini yaitu orangnya ramah-ramah saat kami datang dan bersemangat menggelar Formula E,” tandasnya.