Hilirisasi Bawang Merah untuk Kesejahteraan Petani

Nasional2,319 views

 

Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan hilirisasi bawang merah dengan menciptakan produk turunan. Misalnya bawang goreng, bawang krispy, tepung bawang merah hingga pasta menjadi salah satu solusi utama untuk mendorong kesejahteraan para petani dan UKM di Brebes.

Hal tersebut disampaikan Teten saat diskusi dengan Koperasi Pemasaran Unit Desa (KPUD) Wanasari dan PT Sinergi Brebes Inovatif di Brebes, Minggu (17/9/2023).

“Kalau kita tidak mengolah hasil pertanian yang sangat dipengaruhi oleh musim, maka nggak pernah bisa membangun kesejahteraan petani,” ujar MenKop UKM.

Dia mendorong Pemerintah Kabupaten Brebes untuk meningkatkan program hilirisasi produk bawang merah yang merupakan komoditas unggulan di Brebes. Program hilirisasi ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi bawang merah di sepanjang tahun.

Pihaknya siap membantu memasarkan produk olahan bawang merah dari KPUD Wanasari di pasar domestik atau pasar luar negeri. Untuk lebih mendorong minat pembeli, Teten juga mengajak KPUD Wanasari agar membuat olahan dalam varian lainya seperti bawang merah slice. Menurutnya, pangsa pasar bawang merah slice sangat besar terutama untuk hotel, restoran, dan kafe (Horeka).

Selain itu, Penjabat Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH menambahkan komoditas bawang merah menjadi andalan bagi perekonomian di Kabupaten Brebes. Produk olahan bawang merah yang dihasilkan para petani dan UKM di wilayahnya sudah di ekspor ke Singapura dan Arab Saudi. Namun akibat pandemi COVID-19, saat ini permintaan pasar luar negeri anjlok dan belum pulih seperti sebelumnya.

Kendala yang dihadapi oleh para petani saat ini selain akses pupuk, benih, hingga akses pasar adalah pengemasan untuk produk olahan yang masih harus dilakukan di Jawa Timur. Dia berharap ada dukungan dari pemerintah agar permasalahan packaging bisa dikerjakan sendiri oleh koperasi atau UKM di wilayahnya.

“Selain kendala di hulu juga ada di hilir, yang mana kemasan masih dari Jawa Timur, kami berharap bisa membeli alat sendiri dengan membuat rumah kemasan,” kata Urip.

Diskusi diwarnai penyerahan dukungan pembiayaan secara simbolis dari LPDB-KUMKM yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) KemenKop UKM kepada KPUD Wanasari sebesar Rp 1,08 miliar. Pembiayaan ini diberikan sebagai wujud nyata dukungan KemenKop UKM melalui LPDB-KUMKM terhadap pengembangan koperasi yang fokus pada upaya hilirisasi bawang merah tersebut.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan pembiayaan yang diberikan tersebut sebagai yang perdana untuk mendukung program hilirisasi komoditas bawang merah. Ke depan pihaknya siap memberikan dukungan pembiayaan lainnya untuk investasi berupa penyediaan alat produksi atau lainnya.