Healing di Jazz Gunung Bromo 2023

Lifestyle2,724 views
Previous Image
Next Image

info heading

info content

 

Jazz Gunung Bromo 2023 digelar pada 21- 22 Juli 2023 di amfiteater Jiwa Jawa Resort, Probolinggo, Jawa Timur. Jazz Gunung Bromo ditargetkan dapat menarik 5.500 penonton.

Kegiatan tersebut menampilkan 10 grup musik yang akan menciptakan perputaran ekonomi antara Rp10 miliar hingga Rp15 miliar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Jazz Gunung Bromo melibatkan 515 pelaku UMKM lokal.

Pihaknya punya program Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia karena target yang diberikan oleh Presiden ini 1,4 miliar wisatawan nusantara. Juga kebangkitan UMKM yang kita harapkan bisa mendorong terciptanya lapangan kerja.

Sandi juga memberikan rekomendasi desa wisata yang dapat dikunjungi oleh wisatawan sebelum atau sesudah menghadiri Jazz Gunung Bromo 2023. Yakni Desa Wisata Edelweiss Wonokitri yang masuk dalam 75 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

“Mari kita dukung pada Juli ini. Kita healing di Jazz Gunung dan kita refreshing sambil mendukung pariwisata kita. Karena sektor pariwisata ini dekat sekali dengan musik Jazz,” kata Sandi saat konferensi pers di Institut Francais Indonesia, Jakarta, Selasa (13/6) lalu.

Penggagas Jazz Gunung, Sigit Pramono, mengatakan salah satu yang membedakan Jazz Gunung dengan yang lain adalah konsisten nyata selama 15 tahun.

“Selama 15 tahun kita terus konsisten untuk menyelenggarakan Jazz Gunung ini dan selalu ada nuansa etnis Indonesia yang kita usung ada pengaruh Jawa, Sunda, Melayu juga pernah. Ini yang membedakan dengan Jazz lain. Yang paling beda adalah diselenggarakan di atas 2.000 mdpl,” katanya.

Untuk mendukung ekonomi kreatif, juga menggelar pembukaan Rumah Batik Afifah, Rumah Dokumentasi Batik Batang dan Pesisiran, penyelenggaraan Pasar Batik. Bursa batik nusantara, sekaligus acara Belajar Batik bersama Pak Dudung.

Jazz Gunung Bromo 2023 menampilkan musisi legendaris karena konsistensinya sampai saat ini. Diantaranya Ermy Kullit, Mus Mudjiono, Atiek CB, dan Margie Segers.

Sementara Ardhito Pramono, Yura Yunita, Deredia, Denny Caknan, Salma (Indonesian Idol), Daniel Dyonisius, dan Yongkeys akan mewakili lini musisi muda yang kuat dengan warna musiknya. Kemudian di lini kolaborasi diisi oleh Ring of Fire Project dan Blue Fire Project by Bintang Indrianto.

Selain itu BCA telah mendukung pagelaran Jazz Gunung Bromo sejak pertama kali digelar tahun 2009.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, sejak 2009, BCA bekerja sama dengan penggagas Jazz Gunung Bromo untuk mendukung perkembangan industri musik dan pariwisata nasional.

“Kami semakin menyadari bahwa Jazz Gunung Bromo merupakan ajang penting untuk mempromosikan kekayaan alam serta seni Indonesia. Memajukan perekonomian kreatif di sekitar Gunung Bromo.Sekaligus mendukung program Bangga Berwisata di Indonesia yang dicanangkan oleh pemerintah,”katanya.